Kamis, 04 November 2010

Merapi Belum Berhenti Meletus


Gunung Merapi belum juga berhenti mengeluarkan letusan sejak Rabu (3/11) pukul 18.00 kemarin. Material yang dimuntahkan oleh Merapi sudah lebih dari 50 juta meter kubik per hari ini.

Hitungan ini berdasarkan hitungan muntahan dari 26 Oktober hingga 2 November. Hitungan bertambah empat kali lipatnya sejak letusan kemarin yang belum juga berhenti sejak hari ini.

“Ini berdasarkan pengamatan amplitude kualitatif energy dalam monitor kami, jumlahnya sudah lebih dari 50 juta meter kubik” kata Kepala Badan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi R Sukhyar kepada Tempo, di Gedung BPPTK, Kamis, (4/11).

Seperti diketahui, aktivitas Merapi masih sangat tinggi dan menggila. Sudah 24 jam tidak berhenti mengeluarkan awan panas dan material vulkanik lainnya. Namun pihak Badan Geologi tetap menyatakan kawasan rawan bencana pada 15 kilometer dari puncak. Semua maskapai penerbangan di manapun tetap harus waspada terhadap abu vulkanik karena ketinggiannya sudah melebihi batas minimal terbang pesawat.


Semua indikator tak berhentinya Merapi terekam dalam seismograph yang ada diruang monitoring Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Jarum pada seimograf selalu over scale. Bahkan tintanya pun sampai muncrat. Coretan panjang pada alat rekam aktivitas geologi itu sangat panjang bahkan melebihi kertas yang ukurannya 30,5 centimeter.


Ancaman potensial yang masih dihadapi adalah awan panas, hujan abu, lahar panas, lahar dingin dan material vulkanik yang masih terus muncul. Semua sungai yang berhulu di Merapi harus dikosongkan dari aktivitas.“Situasi saat ini sudah cukup buruk dan semoga tidak akan bertambah lagi," kata dia.



(sumber Tempointeraktif.com)

Tidak ada komentar: