Rabu, 25 Januari 2012

Waspada Flu Burung

Memberantas penyakit Flu Burung membutuhkan peran serta dari setiap pihak di masyarakat, sedangkan informasi mengenai Flu Burung ini masih sangat minim diketahui oleh masyarakat banyak. Berikut ini adalah informasi mengenai Flu Burung yang berguna untuk diketahui oleh masyarakat banyak. Apa itu Flu Burung (avian influenza) Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A (H5N1). Penyakit ini menular dari unggas ke unggas; dapat pula menular dari unggas ke manuasia melalui persinggungan langsung atau melalui udara yang tercemar virus H5N1. Bagaimana virus Flu Burung menyebar? Unggas yang sakit oleh Influenza A atau virus H5N1 mengeluarkan virus dalam jumlah besar pada kotorannya (feces), selain melalui saliva (air liur) dan cairan pada hidungnya. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air pada suhu 22°C sampai 4 hari; dan lebih dari 30 hari pada suhu 0°C. Virus Flu Burung hidup didalam saluran pencernaan unggas, dan bertahan lebih lama dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit.

Ciri-ciri unggas yang telah terserang Flu Burung.
Unggas yang telah terjangkit Flu Burung memiliki ciri :
  • Jenggernya berwarna biru 
  • Terdapat pendarahan di bawah kaki dan mengalami kematian mendadak.
Tips memusnahkan virus pada unggas yang telah terinfeksi:
  • Virus bisa bertahan untuk sementara di bahan organic, singkirkan bahan organic dari kandang unggas. Penyemprotan desinfektan pada tumbuhan di pekarangan/kebun maupun tanah hampir tidak ada gunanya, karena bahan kimia akan diinaktifkan oleh bahan organic. 
  •  Unggas sebaiknya ditiadakan dari area paling sedikit 42 hari (diperpanjang pada musim dingin/hujan) agar radiasi ultraviolet menghancurkan sisa-sisa virus. 
  •  Gunakan kain/sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung, serta tas plastic untuk pembungkus sepatu dan mengikatnya pada pergelangan tangan dan kaki dengan karet. Pakailah kaca mata dan baju overall yang bisa dicuci. 
  •  Pastikan tubuh atau lingkungan sekitar tidak dicemari oleh darah, debu, feces maupun kotoran lain yang berasal dari unggas tersebut. Lembabkan tanah agar tidak menimbulkan debu saat mengubur. Setelah itu, bersihkan seluruh area dengan seksama menggunakan deterjen dan air.

Yang harus dilakukan apabila tinggal atau berada didaerah yang tertular Flu Burung :
  • Hindari kontak dengan unggas; bulu, kotoran, maupun limbahnya. Jangan memelihara unggas atau tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas. 
  • Lepaskan sepatu di luar rumah dan selalu mencuci tangan dengan sabun setelah membersihkan sepatu. 
  • Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun yang mati, menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan ditempat. 
  •  Periksa suhu tubuh sekali setiap hari selama 7 hari. Apabila terjadi demam (di atas 38°C), segera periksakan ke dokter/rumah sakit terdekat.
Mengelola makanan untuk menghindari Flu Burung.
  • Semua makanan harus dimasak sampai matang (sudah tidak ada lagi cairan berwarna kemerahan), mencapai temperatur paling sedikit 70°C atau lebih di bagian dalam. Memasak daging ayam sampai dengan suhu ±80°C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ±64°C selama 4,5 menit. 
  • Cucilah kulit telur dengan air sabun sebelum dimasak/disimpan, dan cucilah tangan sesudahnya. Telur yang dimasak sampai matang (direbus selama 5 menit pada temperatur 70°C) tidak akan menularkan virus Flu Burung apabila dimakan.
Ciri-ciri penderita Flu Burung pada manusia Gejala pada manusia :
  • Demam (suhu badan diatas 38°C), lemas, sesak nafas dan nyeri perut serta diare, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan, radang saluran pernafasan atas, pneumonia, nyeri otot. Masa inkubasi pada manusia: 1-3 hari. Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak sampai 21 hari.

Upaya pencegahan agar tidak tertular Flu Burung :
  • Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan istirahat cukup. 
  •  Basuh tangan sesering mungkin dan lakukan disinfeksi tangan (dengan alcohol 70% atau larutan pemutih/khlorin 0,5% untuk alat-alat/instrument) bila menyentuh unggas. 
  •  Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terinfeksi dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata, keluhan pernafasan. 
  • Setelah berjalan diarea peternakan, pasar atau kebun tempat memelihara ayam, bersihkan sepatu sebaik mungkin menggunakan air dan sabun. Tinggalkan sepatu/boot diluar rumah sampai kita merasa yakin sepatu tersebut sudah benar-benar bersih. 
  • Kenakan pakaian pelindung, termasuk masker, jas laboratorium, sarung tangan dan googles (pelindung mata) yang ukurannya pas untuk anda saat mengunjungi penderita Flu Burung. Setelah meninggalkan pasien, lepaskan semua pakaian pelindung dan cuci tangan dengan air dan sabun. 
  •  Bersihkan badan/mandi dengan air dan sabun, cucilah rambut juga. Gunakan tissue dan dibuang setelah sekali pakai. 
  •  Ajarkan anak-anak untuk mencuci tangan setelah batuk, bersin dan menyentuh benda-benda yang kotor atau sehabis menyentuh kotoran hidung atau mulut.

Pertolongan Pertama kepada penderita Flu Burung :
  • Laporkan ke petugas kesehatan segera dan konsultasikan ke ahli kesehatan apabila ada yang menderita demam dan ataugejala seperti flu. 
  • Oksigenasi bila terdapat sesak nafas. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus). 
  •  Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari. 
  • Amantadin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg berat badan perhari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.


Tidak ada komentar: